SMA Negeri 3 Rembang Laksanakan Bakti Sosial di Desa Mintobasuki
Rombongan Bakti Sosial SMA Negeri 3 Rembang
Rombongan Bakti Sosial SMA Negeri 3 Rembang

www.sma3rembang.sch.id, Rembang, Tim Publikasi smaga – Hujan mengguyur beberapa daerah di Indonesia, hingga menjadi salah satu penyebab terjadinya banjir di berbagai wilayah di tanah air. Salah satunya terjadi di Kabupaten Pati, lebih tepatnya di Desa Mintobasuki, Kecamatan Gabus, Pati, Jawa Tengah. Bencana banjir yang melanda Desa Mintobasuki sudah terjadi sejak bulan Januari 2021.

Bencana tersebut mengetuk hati nurani masyarakat sekitar untuk saling membantu sesama, termasuk seluruh warga SMA Negeri 3 Rembang. Dipimpin langsung oleh Sukarno, M.PFis. sebagai Kepala SMA Negeri 3 Rembang, para civitas akademika di SMA N 3 Rembang menggalang bantuan sukarela baik dari kalangan guru dan karyawan serta peserta didik untuk meringankan beban warga Desa Mintobasuki pada hari Senin dan Selasa (8-9/2/2021) lalu. Dalam dua hari terkumpul bantuan berupa sembako dan barang-barang kebutuhan rumah tangga hingga lebih dari 2 truk pick up.

Sukarno tidak mengira bantuan yang terkumpul bisa sebanyak itu.

“Saya kira satu contang saja tidak penuh, ternyata sampai sebanyak ini bantuan yang bisa diberikan.”, ungkapnya.

Bantuan disalurkan pada hari Selasa (9/2/2021). Berangkat pukul 13.00 WIB, Rombongan Bakti Sosial SMA Negeri 3 Rembang dipimpin langsung oleh Kepala SMA N 3 Rembang menuju Desa Mintobasuki membawa dua mobil pick up yang penuh sembako dan tiga mobil penumpang. Meskipun sedang dalam kondisi pandemic covid-19 semangat membantu sesama tidak memadamkan jiwa sosial warga SMA Negeri 3 Rembang. Rombongan tiba di lokasi pukul 13.30 WIB dan diterima langsung oleh Santoso selaku Kepala Desa Mintobasuki bersama perangkat dan relawan di Posko Banjir yang bertempat di Kantor Kepala Desa Mintobasuki.

Dalam sambutannya Kepala Desa Mintobasuki mengungkapkan bahwa selama 7 tahun belakangan ini selalu terkena bencana banjir. Tahun ini banjir masih terukur sedang jika dibandingkan dengan banjir pada tahun 2014 silam yang merupakan banjir terbesar yang dialami.

 “Sepanjang Bengawan Situgonggo ini terkena dampak semua. Akibat luapan Situgonggo untuk Kecamatan Gabus itu ada 13 desa. Banjir disebabkan curah hujan terlalu tinggi dan karena Bengawan Situgonggo agak dangkal dan kemungkinan air laut pasang akhirnya meluap mengakibatkan banjir.” ujarnya.

Menurut Santoso, saat kunjungan SMA 3 Rembang kemarin, banjir sudah cukup surut jika dibandingkan dengan hari kemarin, karena hari itu sudah tidak hujan lagi. Banjir yang sudah terjadi selama satu bulan di Desa Mintobasuki ini mengakibatkan beberapa hal, diantaranya yaitu rumah warga yang mudah kotor karena bawaan banjir, beberapa warga harus mengungsi, dan kerugian dari perekonomian karena hasil tanam yang gagal. Namun masih diuntungkan tidak ada bangunan yang rusak akibat banjir. Berbagai solusi pun dilakukan oleh para warga untuk menyelamatkan harta bendanya dari banjir yang sudah biasa terjadi tiap tahunnya.

Santoso berharap agar para warganya ikhlas dalam menerima takdir dan lebih fokus mencari solusi kedepannya.

“Ya harapan saya semoga banjir ini cepat surut, sehingga masyarakat bisa berangkat beraktifitas seperti semula dan nanti akan menanam padi, karena padinya mati bisa ditanami kembali dan harapan saya semoga masyarakat bisa menerima karena ini sudah takdir karena tempatnya memang di sini, akhirnya dengan keikhlasan lebih fokus mencari solusinya.” Ucapnya.

            Kepala Desa Mintobasuki bersama perangkat dan relawan mengucapkan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada keluarga besar SMA Negeri 3 Rembang yang telah memberikan bantuan untuk warga Desa Mintobasuki. Rencananya bantuan tersebut akan disalurkan ke 500 rumah warga yang terdampak banjir.

            Rombongan undur diri sekitar pukul 17.00 WIB dan berharap agar sumbangan tersebut dapat meringankan beban warga yang terdampak banjir. Keluarga besar SMA Negeri 3 Rembang berharap banjir cepat surut dan keadaan berangsur normal kembali.

Penulis : Tim Publikasi Smaga

Fotografer : Tim Publikasi Smaga